Tuesday, July 19, 2011

Jatim berpotensi surplus jagung 2,18 juta ton


SURABAYA, kabarbisnis.com: Pada periode Januari-April 2011, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menargetkan hasil produksi jagung bisa mencapai 3,14 juta ton. Target itu didasari atas luas panen jagung 773.755 hektar dengan produktivitas 40,63 kuintal per hektar, sehingga total bisa lebih dari 3,14 juta ton.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Jatim, Achmad Nurfalakhi, mengatakan, dengan jumlah produksi lebih dari 3,1 juta ton, Jatim bisa mengalami surplus jagung. "Ini karena jumlah konsumsi Jatim pada Januari-April ini hanya sebesar 134.111 ton dan untuk pakan ternak 820.972 ton. Sehingga, surplus bisa mencapai 2,18 juta ton," ujarnya, Kamis (14/4/2011).

Adapun daerah penghasil jagung dengan luas panen yang dominan pada 2010 terdapat di beberapa kabupaten, yakni di Kabupaten Sumenep 167,04 ribu hektar atau 13,28 persen. Disusul Tuban 90,20 ribu hektar atau 7,17 persen, Sampang 75,70 ribu hektar atau 6,02 persen, Bangkalan 73,64 ribu hektar atau 5,86 persen dan Kabupaten Probolinggo 73,03 ribu hektar atau 5,81 persen.

Dari angka Angka Ramalan (Aram) I yang dilansir Badan Pusat Statistik Jatim, produksi jagung Jawa Timur pada 2011 diperkirakan mencapai 5 juta ton pipilan kering. Dibandingkan produksi pada 2010, Angka Sementara (Asem) yang mencapai 5,59 juta ton, terjadi penurunan produksi sebesar 0,58 juta ton atau 11,66 persen.

Penurunan produksi jagung pada 2011 diperkirakan terjadi karena turunnya produktivitas 4,50 kuintal/hektar atau 11,27 persen dan luas panennya juga turun sebesar 4,09 ribu hektare atau 0,33 persen. Turunnya produksi jagung tahun ini juga terjadi pada skala nasional yang mengalami penurunan 0,44 juta ton atau 2,45 persen, dan hampir semua provinsi di Pulau Jawa juga mengalami penurunan produksi pada 2011. Secara umum produksi jagung di Pulau Jawa turun sebesar 0,44 juta ton atau 4,58 persen.

Penurunan produksi Jagung secara nasional terjadi karena turunnya luas panen sebesar 74,47 ribu hektar atau 1,83 persen dan juga produktivitas yang turun sebesar 0,26 kuintal/hektar atau 0,59 persen. Demikian juga penurunan produksi jagung di Jawa Timur yang juga disebabkan oleh turunnya luas panen dan turunnya tingkat produktivitas.

Angka Sementara (Asem) produksi Jagung Provinsi Jawa Timur pada 2010 sebesar 5,59 juta ton pipilan kering meningkat sebesar 0,32 juta ton atau 6,09 persen dibanding produksi Jagung pada 2009 yang sebesar 5,27 juta ton pipilan kering (angka tetap). Kenaikan produksi jagung tahun lalu terjadi karena peningkatan produktivitasnya yang mengalami kenaikan 3,75 kuintal/hektar atau 9,22 persen sedangkan luas panennya justru turun 37,35 ribu hektar atau 2,88 persen.

www.kabarbisnis.com, 14 April 2011

No comments:

Post a Comment