SURABAYA (18/7/2011) – Sebagai perusahaan yang mengelola single commodity, ketergantungan pendapatan dan laba PTPN XI sangat tergantung pada gula. Peningkatan produktivitas secara terprogram pun pada akhirnya harus dapat menaikkan pamor gula, baik dari sisi harga pokok produksi (unit cost) maupun kuantum minimum).
Untuk meng-cover seluruh kegiatan dan pembiayaan, perolehan gula milik PG minimal 200.00 ton sudah tidak bisa ditawar Gula yang diperoleh secara totalitas baik dari 100% pengelolaan tebu sendiri maupun 34% eks bagi hasil dengan petani tebu tersebut harus diupayakan secara terprogram dan terstruktur. Dalam berbagai kesempatan Soenarri Yono BS selalu mengingatkan pentingnya perolehan gula milik PG tersebut. Direktur Keuangan, SDM dan Umum PTPN XI ini risau dengan kecenderungan turunnya produksi akibat anomali iklim. Iklim memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat direduksi, diantisipasi, dan diatasi dengan teknologi yang terus berkembang. Karena itu, pengembangan kompetensi SDM menjadi prioritasnya agar persoalan penguasaan teknologi dapat dikuasai jajaran PTPN XI.
www.ptpn-11.com, 18 Juli 2011
No comments:
Post a Comment