SURABAYA, kabarbisnis.com: Dari luas areal tanam temabakau di Jawa Timur yang mencapai 95 ribu hektare, yang sudah bisa dipanen baru sekitar 5%-nya. Porsi panen akan lebih besar dan menumpuk pada akhir tahun.
Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Moch Samsul Arifin, mengatakan, jumlah areal tanam tembakau di Jatim tahun ini bisa lebih meningkat. Ini karena 95 ribu hektar itu hanya 85 persen saja, sehingga bisa bertambah luas.
Menurut dia, dibanding tahun lalu, areal itu jauh lebih luas. Pada 2010 areal tanam hanya 89 ribu hektar. Dari jumlah itu, hanya 51 ribu hektar yang berhasil panen dan 38 ribu hektar sisanya mengalami gagal panen.
Produksi tembakau 2011 yang baru panen 5 persen itu membuat harganya pun jadi lebih mahal. "Banyak industri rokok yang berani membeli tembakau dengan harga mahal hingga Rp 110 ribu per kilogram. Rata-rata itu dilakukan, karena jumlah yang dipanen masih sedikit, sehingga banyak yang takut tak kebagian bahan baku untuk industrinya," ujarnya.
Untuk panen yang mulai dilakukan Juli ini telah berlangsung di beberapa daerah. Misalnya di Magetan yang tanam tembakau Jawa, kini beberapa di antaranya mulai panen. Kendati masih sedikit, namun harganya pun jadi tinggi. Selain itu di Bojonegoro juga mulai dilakukan panen tembakau Virginia wlaau dalam jumlah relative sedikit.
15 Juli 2011
No comments:
Post a Comment