Wednesday, July 20, 2011

Pernyataan Sikap Buruh Tani Perempuan dalam Aksi Mogok Makan Tolak RUU/RPP Tembakau

Sejak hari kamis (7/7), 25 orang buruh tani perempuan dan istri petani tembakau dari berbagai kecamatan di kabupaten Temanggung melakukan aksi mogok makan di sekretariat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) setempat. Pada hari minggu (10/10), mereka datang ke Jakarta untuk melanjutkan aksi mogok makan menentang RUU/RPP pengendalian dampak produk tembakau untuk kesehatan. Aksi mogok makan di Jakarta akan dilakukan selama 3 hari sampai dengan hari Rabu (13/7) di Gedung DPR RI. Aksi para petani perempuan itu diterima di Jakarta dan di dukung oleh beberapa organisasi masyarakat, antara lain: Komunitas Kretek, Kelompok Pedagang Asongan Jakarta, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) yang tergabung dalam Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK).

Berikut pernyataan sikap mereka:

STATEMENT AKSI MOGOK MAKAN
PETANI PEREMPUAN TEMBAKAU TEMANGGUNG
“TOLAK REGULASI TEMBAKAU, SELAMATKAN DAPUR RAKYAT”

Jakarta, 10-13 Juli 2011

Kembali kami mendatangi Jakarta, bukan karena kami kagum dengan sekian bangunan megahnya. Kedatangan kami seperti hari-hari yang lalu, berbondong-bondong dari desa ke ibu kota untuk menuntut keadilan.

Kedatangan kami ke Jakarta ini dikarenakan pemerintah lagi-lagi melakukan sikap yang keblinger dan salah kaprah (Baca:menyimpang dan salah semua) merugikan rakyatnya. Rencana pembuatan kebijakan mengenai tembakau menjadi alasan dasar kami untuk berjuang kembali melawan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah. Pasalnya regulasi tembakau ini akan membawa dampak bagi banyak kalangan masyarakat (Baca: petani tembakau, buruh rokok, pedagang dan lain-lain). Dari sekian
dampak yang akan di tanggung oleh masyarakat atas regulalsi tembakau yang saat ini sedang dalam proses akan berujung pada keberlangsungan kepulan asap dapur masyarakat.

Kali ini kami telah bertekad untuk melakukan aksi mogok makan di Jakarta. Aksi mogok makan ini akan kami laksanakan pada tanggal 11-13 Juli 2011 di depan DPR RI. Aksi mogok makan ini merupakan aksi lanjutan dari aksi mogok makan yang telah kami lakukan sejak tanggal 8 Juli 2011 di Kabupaten Temanggung. Aksi mogok makan ini memang menjadi pilihan sadar kami, pasalnya memang kami mendapat ancaman atas regulasi tembakau yang saat ini sedang dalam proses.

Temanggung yang berada di provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu pusat Tembakau yang sangat besar. Bisa dikatakan Temanggung adalah central Tembakaunya Jawa Tengah. Terdapat 14 Kecamatan dari 20 Kecamatan di Kabupaten Temanggung ini yang menjadi central budidaya tembakau. Data Dinas Perkebunan Temanggung mengatakan bahwa
luasan lahan tembakau di Kabupaten Temanggung mencapai 15.000 Ha dan lahan dengan luasan tersebut terdapat 48.000 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, cuaca dan geografis Temanggung sangat mendukung mengingat Temanggung berada di lereng 3 Gunung (Baca: Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau).

Regulasi tembakau yang salah satunya akan menghantam ruang ekonomi petani tembakau menjadikan kami gerah dan terpaksa untuk melakukan aksi mogok makan demi menyelamatkan ruang ekonomi keluarga kami. Sehingga dengan terselamatkannya ruang ekonomi kami,
kami bisa tetap memasakkan anak-anak kami, keluarga kami dan bisa terus melangsungkan kehidupan. Maka dari itu demi melangsungkan kehidupan kami dan masyarakat lainnya dari ancaman regulasi tembakau ini, kami Petani Perempuan Tembakau Kabupaten Temanggung melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk penolakan tegas kami terhadap regulasi yang saat ini sedang dalam proses, baik RUU maupun RPP mengenai tembakau.

Selain itu kami juga menuntut kepada pemerintah untuk :
1. Membatalkan RUU & RPP Mengenai Tembakau yang mengancam kesejahteraan rakyat Indonesia.
2. Melepaskan diri dari ketergantungan dan pendiktean politik yang dilakukan oleh negara asing dan pemodal asing.
3. STOP Pelanggaran Konstitusi, kembali ke Konstitusi Negara UUD’45.
4. Bangun Jaring Keamanan Produksi Petani dan Hak-hak Petani.


Jakarta, 10 Juli 2011
Tertanda
Koordinator Aksi Mogok Makan

Dina Hariyanti

http://komunitaskretek.or.id. 10 Juli 2011

No comments:

Post a Comment