Lombok Timur, NTB 13/7(ANTARA)- Luas areal tanam tembakau virgnia di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat tahun 2011 sekitar 16.000 hingga 17.000 hektare, turun sekitar 10 persen dari tahun 2010 mencapai 18.000 hektare.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Lombok Timur Framadi AK di Selong, Rabu, mengatakan, berkurangnya luas areal tanam tembakau tahun 2011 ini disebabkan berbagai faktor, antara lain karena cuaca kurang bersahabat, kurangnya modal petani dan petani masih belum selesai memanen padi di sawah.
Ia mengatakan, pada musim tanam 2010 luas areal tanam tembakau virginia mencapai 18.000 ha yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, tengah dan bagian utara.
Ia mengatakan, penurunan areal tanam tembakau virginia tersebut terluas di wilayah Lombok Timur bagian utara yang mencapai 30 persen, yakni di Kecamatan Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Suele, Sambelia, Terara, Sikur, dan Kecamatan Montong Gading.
Sementara di Kabupaten Lombok Timur bagian tengah mengalami pengurangan sekitar lima persen, meliputi Kecamatan Selong, Masbagik, Pringgesela, Masbagik, Sukamulia, Suralaga dan Kecamatan Labuhan Haji.
Luas areal tenaman tembakau virginia di wilayah Lombok Timur bagian selatan justru mengalami peningkatan yang mencapai 20 hingga 30 persen, yakni di wilayah Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak, dan Kecamatan Jerowaru.
"Memang pada musim tanam pada tahun 2010 untuk wilayah Lombok Timur bagian selatan relatif kurang, tetapi pada 2011 ini justru petani lebih antusias menanam tembakau virginia," ujar Framadi.
Ia mengatakan, sudah banyak petani yang mulai menanam tembakau virginia sejak bulan Mei 2011, terutama petani tembakau yang berada di wilayah selatan.
Sementara petani di wilayah tengah dan utara ada sebagian belum mulai menanam. Mereka masih menunggu cuaca apakah mendukung ataukah tidak untuk mulai menanam tembakau.
"Memang tahun 2011 ini musim tanam tembakau mengalami kelambatan karena faktor cuaca yang kurang bersahabat, karena itu petani menunggu cuaca lebi baik baru mulai menanam terbakau," kata Framadi.
www.antaramataram.com, 13 Juli 2011
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Lombok Timur Framadi AK di Selong, Rabu, mengatakan, berkurangnya luas areal tanam tembakau tahun 2011 ini disebabkan berbagai faktor, antara lain karena cuaca kurang bersahabat, kurangnya modal petani dan petani masih belum selesai memanen padi di sawah.
Ia mengatakan, pada musim tanam 2010 luas areal tanam tembakau virginia mencapai 18.000 ha yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, tengah dan bagian utara.
Ia mengatakan, penurunan areal tanam tembakau virginia tersebut terluas di wilayah Lombok Timur bagian utara yang mencapai 30 persen, yakni di Kecamatan Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Suele, Sambelia, Terara, Sikur, dan Kecamatan Montong Gading.
Sementara di Kabupaten Lombok Timur bagian tengah mengalami pengurangan sekitar lima persen, meliputi Kecamatan Selong, Masbagik, Pringgesela, Masbagik, Sukamulia, Suralaga dan Kecamatan Labuhan Haji.
Luas areal tenaman tembakau virginia di wilayah Lombok Timur bagian selatan justru mengalami peningkatan yang mencapai 20 hingga 30 persen, yakni di wilayah Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak, dan Kecamatan Jerowaru.
"Memang pada musim tanam pada tahun 2010 untuk wilayah Lombok Timur bagian selatan relatif kurang, tetapi pada 2011 ini justru petani lebih antusias menanam tembakau virginia," ujar Framadi.
Ia mengatakan, sudah banyak petani yang mulai menanam tembakau virginia sejak bulan Mei 2011, terutama petani tembakau yang berada di wilayah selatan.
Sementara petani di wilayah tengah dan utara ada sebagian belum mulai menanam. Mereka masih menunggu cuaca apakah mendukung ataukah tidak untuk mulai menanam tembakau.
"Memang tahun 2011 ini musim tanam tembakau mengalami kelambatan karena faktor cuaca yang kurang bersahabat, karena itu petani menunggu cuaca lebi baik baru mulai menanam terbakau," kata Framadi.
www.antaramataram.com, 13 Juli 2011
No comments:
Post a Comment