Tuesday, July 19, 2011

Sebagian Petani Tembakau Jember Beralih Tanam Cabai

(Berita Daerah-Jawa) Sebagian petani tembakau di Kabupaten Jember, Jawa Timur, beralih menanam cabai karena perubahan musim yang tidak menentu (anomali cuaca).

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Jember Abdurrahman, Jumat, mengatakan, luas lahan tembakau kasturi pada tahun 2011 diprediksi berkurang karena sebagian petani beralih menanam cabai.

"Luas lahan tembakau kasturi di Jember tahun 2010 sekitar 9.800 hektare, namun diprediksi berkurang sekitar 10 persen karena petani tergiur menanam cabai dengan keuntungan yang tinggi," tuturnya.

Menurut dia, harga cabai beberapa pekan lalu di berbagai daerah sempat melambung tinggi hingga Rp100 ribu perkilogram, sehingga sebagian petani beramai-ramai menanam cabai termasuk petani tembakau.

"Cuaca yang tidak menentu dan tingginya curah hujan menyebabkan petani enggan menanam tembakau, karena petani belajar pada musim tembakau tahun lalu yang menyebabkan kerugian cukup banyak," paparnya.

Abdurrahman mengatakan, petani sudah mendapatkan informasi dari BMKG Karangploso Malang terkait dengan anomali cuaca tahun 2011 yang diprediksi hampir sama dengan tahun 2010, sehingga petani bisa mengantisipasinya.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Jember Totok Hariyanto membenarkan bahwa berkurangnya lahan tembakau di Jember.

"Banyak petani yang enggan menanam tembakau karena curah hujan cukup tinggi, sehingga mereka beralih ke tanaman lain seperti holtikultura dan cabai yang mereka nilai cukup menguntunkan," tuturnya.

Ia memprediksi luas lahan tembakau di Jember tahun 2011 sebanyak 15 ribu hektare, dengan rincian tembakau kasturi 8 ribu ha, tembakau Na Oogst 5 ribu ha, tembakau rajang 1.500 ha, dan tembakau "white burly" sebanyak 500 ha.

"Target produksi tembakau yang kami harapkan sebanyak 21.667 ton, dengan rincian tembakau kasturi sebanyak 12 ribu ton, tembakau Na Oogst sebanyak 7.500 ton, tembakau rajang sebanyak 1.192 ton, dan tembakau white burly sebanyak 975 ton," ujarnya menambahkan.

http://new.beritadaerah.com, 6 Mei 2011

No comments:

Post a Comment